Senin, 11 Oktober 2010

tugas3 artikel yg berhub dengan ISD


Kapolda Jabar Baru Dituntut Tuntaskan Kasus Bansos Kab Bandung

Bandung - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuntut Kapolda baru Irjen Pol Suparni Parto untuk menindak tegas dan menyelesaikan kasus Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Bandung. Selain itu, mereka juga menyampaikan 5 tuntutan kepada Kapolda Jabar yang baru.Di antaranya, meminta kapolda yang baru untuk lebih serius, tegas dan cepat dalam menangani kasus Bansos Kabupaten Bandung, tolak segala pemberian uang siluman atau sogokan yang akan membuat kredibilitas Polda Jabar jatuh, dan berantas makelar kasus yang berkeliaran di Polda Jabar.

http://bandung.detik.com/read/2010/10/07/123200/1457956/486/kapolda-jabar-baru-dituntut-tuntaskan-kasus-bansos-kab-bandung

tugas artikel yg berhub dengan ISD


Kemkes Targetkan Indonesia Bebas Pemasungan Orang pada 2014

Jakarta - Kementerian Kesehatan menargetkan tidak ada pemasungan orang dengan masalah kejiwaan (OMDK) pada 2014 mendatang. Estimasi jumlah orang yang dipasung sampai saat ini sebesar 13.000 sampai 24.000 jiwa. Hal itu dikatakan Irwansyah dalam seminar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, di kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (7/10/2010). Irwansyah menyampaikan, pihaknya juga akan meningkatkan kemampuan petugas puskesmas, rumah sakit umum, dan rumah sakit jiwa, dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa.

artikel yg berhubungan dgn isd

Rumah Sakit Jiwa Tak Mampu Tampung Orang Gila
 
Jakarta, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) merupakan fasilitas utama untuk menangani masalah gangguan kejiwaan. Tapi ternyata jumlah RSJ yang ada di Indonesia belum cukup memadai untuk dapat menampung semua penderita gangguan jiwa yang ada. Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang dipasung, diabaikan, terlantar bahkan menggelandang. Hal ini karena Rumah Sakit Jiwa di Indonesia belum mampu menampung semua ODMK yang ada. Menurut dr Irmansyah, dari 33 provinsi yang ada di Indonesia hanya punya 35 RSJ. Bahkan, ada 8 provinsi yang tidak memiliki RSJ sama sekali, yaitu Kepulauan Riau, Banten, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, NTT, Maluku Utara dan Irian Barat.

http://www.detikhealth.com/read/2010/10/07/143947/1458076/763/rumah-sakit-jiwa-tak-mampu-tampung-orang-gila

Jumat, 01 Oktober 2010

TUGAS ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN DENGAN ISD

                                                        NAMA: HENDY KUSUMA
                                                        NPM : 13110229
                                                        KELAS : 1KA31
                                                        MATA KULIAH : ILMU SOSIAL DASAR

TUGAS ARTIKEL
MASALAH SOSIAL DI JAKARTA
Indonesia adalah negara yang sangat luas dengan banyak sekali suku dan kebiasaan. Tentunya, tidak semuanya sempurna. Banyak masalah yang terjadi di Indonesia. Mulai masalah ekonomi, masalah politik, sampai masalah sosial. Masalah yang lebih sering terjadi di kehidupan sehari-hari adalah masalah sosial. Banyak sekali masalah sosial yang terjadi di Indonesia, terutama di Jakarta. Karena itu, yang akan dibahas disini adalah masalah sosial di Jakarta.
Jakarta, kota yang merupakan ibukota Indonesia. Gedung-gedung tinggi, mobil-mobil, sampai kesesakan di jalan sangat sering ditemui di sini. Biarpun begitu, kota ini merupakan sumber mimpi masyarakat di Indonesia. Hampir semua orang dari daerah menginginkan untuk datang ke Jakarta dan mempunyai status ekonomi yang lebih baik. Mereka semua datang ke Jakarta tanpa bekal yang cukup. Padahal, Jakarta tidak menjanjikan kemajuan ekonomi bagi yang mendatanginya. Tetapi, tetap saja semua orang datang ke Jakarta dan rela bekerja menjadi apa saja. Tukang sapu, pemulung, pengemis, sampai PSK, semua dikerjakan hanya agar tetap hidup di Jakarta.
Sebetulnya tidak terlalu masalah dengan hal-hal tersebut, tetapi, mereka sudah terlalu banyak. Nah, jumlah mereka yang terlalu banyak inilah yang membuat banyak masalah di Jakarta. Terlalu banyak pengemis di jalan-jalan ibukota. Terlalu banyak orang-orang yang mempunyai rumah di bantaran kali. Dan juga terlalu banyak orang yang menjadi copet, waria, sampai pelacur. Tidakkah masalah ini sangat merisaukan?
Pengemis-pengemis yang berada di perempatan jalan selalu ada di Jakarta. Anak-anak yang membawa alat musik di tangannya, ibu-ibu yang membawa bayi dan mangkuk plastik serta bermuka memelas, juga bapak-bapak yang mempunyai luka menjijikkan di kakinya, semuanya adalah pengemis. Ya, pengemis yang mengharap belas kasihan orang yang menaiki mobil. Banyak orang yang memberi mereka uang, tetapi banyak juga yang tidak. Alasannya, mulai dari "tidak ada uang receh", sampai jijik melihat si pengemis yang mempunyai luka menganga yang dikerubungi lalat-lalat besar.
Padahal, belum tentu luka itu adalah luka sungguhan. Di televisi, banyak acara-acara yang memperlihatkan bahwa luka para pengemis itu palsu. Mengapa mereka mencoba menipu para pengemudi kendaraan yang lewat? Itulah pertanyaan yang ditanyakan oleh para penonton acara televisi tersebut. Banyak yang menjawab: "Yah, mereka kan mau mendapat keuntungan sebanyak- banyaknya dengan membuat iba si pengguna jalan." Apakah benar? Mereka memang membutuhkan uang, tetapi janganlah berbuat seperti ini. Menipu orang bukan perbuatan baik.
Hal yang paling diperhatikan oleh Pemda DKI adalah rumah-rumah non permanen yang ada di sepanjang pinggiran kali. Biasanya rumah-rumah ini disebut rumah kardus, karena terbuat dari kardus dan tripleks yang ditempel-tempel. Mengapa mereka hidup dan tinggal disini? Padahal biasanya kali yang mereka pakai untuk mencuci sampai buang air adalah kali milik PAM, yang dibuat untuk aliran air minum! Tidakkah ini sangat jorok. Kalau ditanyakan, mereka pasti menjawab "Tidak ada tempat yang lain lagi", padahal tanah di situ bukan milik mereka. Tapi, kalau digusur, mereka meminta ganti rugi. Lho? Ini kan aneh. Memang mereka patut dikasihani, tetapi mengapa kalau sudah sadar tidak mampu, tetap mengambil keputusan untuk tinggal di Jakarta? Kan hanya menambah masalah saja.
Nah, hal yang satu ini amat sangat dirisaukan oleh masyarakat. Hal ini adalah pencopetan dan penodongan. Ya, banyak sekali pencopetan terjadi di Jakarta. Penodongan juga kerap kali terjadi. Lagi-lagi pertanyaan mengapa yang keluar. Mengapa sampai begini? Ya lagi-lagi karena masalah ekonomi! Baru datang ke Jakarta, tidak mendapat pekerjaan, tidak ada jalan lain, lalu mencopet, menodong dan merampok. Waduh, sangat merisaukan sekali. Polisi juga susah menangkapnya.
Lain lagi dengan waria dan PSK yang banyak di Jakarta. Mereka tidak membuat keributan dan ketakutan di masyarakat. Namun, tidakkah ini merisaukan. Jalan-jalan protokol pada malam hari dipenuhi oleh orang-orang ini. Bukankah pekerjaan ini hanya menimbulkan dosa dan cemoohan masyarakat? Ya memang, tetapi masih banyak saja yang melakukan pekerjaan ini. Razia yang sudah berkali-kali dilakukan oleh polisi tetap saja tidak membuat mereka jera. Mengapa mereka masih banyak di sana? Karena masih banyak juga yang mencari mereka. Orang-orang hidung belang yang selalu menghambur-hamburkan uangnya. Bukankah ini masalah juga? Dia menghambur-hamburkan uang sementara orang-orang lain yang sudah disebutkan di atas sangat kesulitan mencari uang.
Masalah-masalah yang tersebut di atas hanya sekedar contoh kecil dari masalah sosial yang ada di Jakarta. Hal-hal ini sangat merisaukan masyarakat, biarpun ada juga yang menyukainya. Sebaiknya polisi lebih memperketat pengawasan terhadap orang-orang yang ada. Dan juga, kita sebagai masyarakat yang baik, tidak mengikuti jejak-jejak mereka. Semoga Indonesia menjadi negara yang bersih dan makmur.

http://www.wikimu.com/news/DisplayNews.aspx?id=6185

Kamis, 30 September 2010

ISD SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM

                                                            NAMA                : HENDY KUSUMA
                                                            NPM                   : 13110229
                                                            KELAS                : 1KA31
                                                           MATA KULIAH : ILMU SOSIAL DASAR


1. Pendahuluan
  • Pendidikan tinggi di harapkan mampu menghasilkan sarjana yang memiliki kemampuan akademik, porfesi, pribadi dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan, sosial dan budaya
  • Mata kuliah yang menunjang hal-hal di atas terdiri dari 2. Pertama : pancasila, agama, pendidikan sejarah perjuangan sejarah bangsa dan kewiraan. Kedua : IAD, ISD, IBD.
  • ISD sebagai MKDU merupakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan.
2. Pengertian.
  • ISD adalah pengetahuan yang menelaah masalah sosial dari berbagai bidang pengetahuan dalam ilmu sosial, seperti sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi.
  • ISD bukan merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan.
  • ISD bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri karena tidak mempunyai objek-objek metode ilmiah sendiri.
3. Tujuan.
  • Memahami dan menyadari adanya kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat.
  • Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha penanggulangannya.
  • Masalah sosial bersifat kompleks.
4. ISD dan IPS
  • Persamaan ISD dan IPS
  1. merupakan bahan study untuk kepentingan program pendidikan atau pengajaran.
  2. keduanya merupakan disiplin ilmu tersendiri.
  3. keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
  • Perbedaan ISD dan IPS
  1. ISD diberikan saat di perguruan tinggi, sedangkan IPS diberikan sejak sekolah dasar sampai sekolah berkelanjutan.
  2. ISD merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan IPS merupakan gabungan dari sejumlah mata pelajaran.
4. Ruang lingkup ISD
  •  ISD dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:
  1. Kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat.
  2. Konsep sosial atau pengertian tentang kenyataan sosial.
  3. Masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, yang terlibat dalam kenyataan sosial.